TEKANAN YANG MENGUNTUNGKAN

Published by

on

 TEKANAN YANG MENGUNTUNGKAN

Baca : 1 SAMUEL 13 : 13-14

Dalam pidatonya di acara Rakornas transisi penanganan Covid 19 di Jakarta, presiden Joko Widodo mengungkapkan pandemic Covid 19 telah memberikan pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga bagi Indonesia. Meskipun membawa musibah besar, wabah itu juga memunculkan kekuatan terpendam yang dimiliki masyarakat tanah air.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyebutkan bahwa semua itu tergambar ketika Indonesia kekurangan masker, alat pelindung diri (APD) dan peralatan-peralatan medis lainnya. Ketika semua negara berebut membeli barang-barang tersebut, pemerintah dan pelaku usaha dalam negeri mengambil Langkah untuk membuatnya sendiri. Jokowi menyadari bahwa manusia kan bisa mengeluarkan kapasitas kerja secara maksimal ketika berada dalam tekanan. Yang sebelumnya tidak bisa dikerjakan, dengan adanya persoalan genting, ternyata bisa dikerjakan, termasuk dalam memproduksi vaksin Covid-19. Jokowi berkata, “Itu yang tidak saya lihat sebelumnya. Ini sebagai pengalaman, ternyata kalau kita ingin semua bekerja, memang harus ditekan dulu. Ditekan oleh persoalan, ditekan oleh problem, ditekan oleh tantangan.”

Tekanan, masalah, persoalan dapat membuat kita semakin kuat, tentu saja jika kita memberi respons dengan benar. Bahkan tekanan mampu memaksa kita mengeluarkan yang terbaik dari diri kita, sehingga kita dapat tetap eksis di tengah tekanan atau penderitaan. Mari kita lihat tentang respons beberapa tokoh Alkitab ketika menghadapi tekanan. 

Saul. Suatu kali ketika berperang, Saul merasa dalam tekanan, karena terdesak oleh musuhnya, yaitu orang Filistin, Tekanan semakin berat ketika Samuel yang mereka tunggu-tunggu tidak kunjung datang, hal ini membuat rakyat yang mengikutinya mulai meninggalkannya. Saul salah dalam merespons tekanan yang ada. Seharusnya dia sabar menanti kedatangan Samuel dan tetap percaya Tuhan akan menolongnya. Tetapi yang dia lakukan justru melakukan pelanggaran perintah. Saul dengan berani mempersembahkan korban bakaran, yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh Samuel. Kata Samuel kepada Saul, “Perbuatanmu itu bodoh….sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama – lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hatiNya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umatNya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.” Akibat dari tindakannya, tongkat kerajaan beralih dari dirinya. 

Yusuf. Yusuf merespons dengan benar ketika berada dalam tekanan. Sehingga dari seorang budak ia menjadi orang kepercayaan Firaun. 

Daniel. Daniel juga merespons dengan benar ketika dalam tekanan. Dari orang buangan berbubah menjadi bangsawan kerajaan, Mari merespons dengan benar setiap tekanan yang ada. Sehingga tekanan membuat kita mampu menjadi kuat dan menjadi versi terbaik dari diri kita.

DOA : Bapa Sorgawi, terima kasih untuk tekanan yang menimpaku, karena akan membuat aku kuat dan dapat menjadi yang terbaik versi diriku. Dalam nama TUhan Yesus aku berdoa, Amin.


Tekanan dapat menjadikan kita kuat, asalkan kita merespons dengan benar setiap tekanan yang ada.

~~

Sumber::

Renungan Harian, Manna Sorgawi

Rabu, 14 Juni 2023

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started