Kejadian 22:1-14 TB
[1] Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: ”Abraham,” lalu sahutnya: ”Ya, Tuhan.” [2] Firman-Nya: ”Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” [3] Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. [4] Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. [5] Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: ”Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.” [6] Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. [7] Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: ”Bapa.” Sahut Abraham: ”Ya, anakku.” Bertanyalah ia: ”Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” [8] Sahut Abraham: ”Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. [9] Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. [10] Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. [11] Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepadanya: ”Abraham, Abraham.” Sahutnya: ”Ya, Tuhan.” [12] Lalu Ia berfirman: ”Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” [13] Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. [14] Dan Abraham menamai tempat itu: ”Tuhan menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: ”Di atas gunung Tuhan, akan disediakan.”
Tuhan Menyediakan
Kejadian 22:1-14 TB
Yehova Jireh (Tuhan Menyediakan)
Allah menguji iman Abraham.
Abraham memperkatakan imannya dari dasar dalam lubuk hatinya kepada Tuhan.
Abraham berserah.
Abraham melakukan sesuai dengan perintah Tuhan. Dan Tuhan menunjukkan Mujizat-Nya karena imannya Abraham kepada Tuhan.
Yehova Jireh, Abraham menamai tempat itu setelah kasih karunia atau anugerah Tuhan terjadi.
Allah menyediakan domba karena pengujian iman dan mempersembahkan kurban yang terbaik bagi Tuhan.
Mengasihi anak sungguh-sungguh atau mengasihi Tuhan? Menomorsatukan Tuhan.
Yehova Jireh yakni Tuhan Menyediakan.
Belajar dari kehidupan Abraham dari Imannya.
Apa yang tak pernah didengar, dilihat dan dipikirkan dalam hati, disediakan Tuhan bagi dia yang mengasihi Tuhan.
Apa yang disediakan bukan untuk kepentingan kita, tetapi untuk kepentingan Tuhan.
Yehova Jireh berarti menyediakan untuk kepentingan Tuhan. Pakai kesehatanmu untuk kepentingan Tuhan untuk kemuliaan Tuhan.
Sama seperti Doa Bapa Kami. Prioritas adalah Tuhan pertama barulah diri dan sesama. Tuhan prioritas terutama. Amin.
Leave a comment