Boyong Atas adalah Desa terujung kala itu di bawah kaki gunung Lolombulan.
Boyong Atas berasa di Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.
Rata-rata Penduduk aslinya adalah masyarakat Minahasa dengan asal keturunan beragam yang memiliki marga di setiap keluarganya. Marga di Desa Boyong Atas disebut dengan istilah Fam. Asal kata Family atau Keluarga.
Contoh: “Ngana pe Fam apa? Kalo kita pe Mama pe Fam Kawung. Kita pe Oma deng Opa dari Mama pe Fam, Kawung – Kumolontang.”
Artinya: “Marga Anda apa? Kalau Ibu saya Marganya Kawung. Kakek dan Nenek saya dari pihak Mama, Marganya Kawung – Kumolontang.
FYI: Penulis Prasetyo Peuru Henry Putra bersekolah dasar di Desa Boyong Atas di SD GMIM Boyong Atas.
Semua penduduk Boyong Atas beragama Kristen. Terbagi atas dua aliran, Kristen Protestan dan Kristen Pantekosta. Kristen aliran Protestan dengan Gereja GMIM Jemaat Kanaan Boyong Atas dan Kristen aliran Pantekosta dengan Gereja GPdi Jemaat Eklesia (kalau tidak salah nama Jemaatnya).
Desa Boyong Atas adalah Desa asal keluarga Opa Papi saya dari Mamaku. Opa Papi adalah panggilan saya kepada Opaku yang bernama Herman Kawung atau Nama panjangnya Herman Heart Kawung. Biasa dipanggil Art Kawung atau Karat oleh teman-temannya.
Desa Boyong Atas adalah Desa yang Kaya, dengan gaya ciri khas Eropa perpaduan budaya khas Minahasa.
Begitulah sebagian informasi tentang Desa Boyong Atas. Akan ku ceritakan lagi apa yang saya ketahui tentang Boyong Atas yang biasa disebut Cibotas oleh masyarakat Desa Boyong Atas yang berarti Cinta Boyong Atas.
Leave a comment