Cute Romance – Chapter 1

Published by

on

Cute Romance – Chapter 1

T AMO KASIH
Ham Manuel pada bulan Agustus mendirikan Cafe perdananya yang dinamainya T Amo Kasih dengan arti “Aku mencintaimu Kasih”, itu sebagai perwujudan cintanya akan kasih Kristus dalam hidupnya.
Hari pertama! Ham Manuel mengundang Pendeta dan seluruh tim Cafe T Amo Kasih untuk bisa beribadah atas berdirinya Cafe T Amo Kasih, dan supaya Pendeta mendoakan Cafe ini. Dia ingin usahanya didasari oleh kasih dan anugerah kebaikan Tuhan.
“Terima kasih pak Pendeta sudah berkenan hadir dan mendoakan serta memimpin ibadah syukuran pembukaan Cafe T Amo Kasih.”
Berkat kebaikan Tuhan dan hasil study Manajemen Bisnis juga pekerjaan sampingannya di Cafe Serpong sebelumnya, akhirnya hari berikutnya pengunjung sangat ramai dengan strategi marketing yang dia miliki. Bersama timnya mereka sukses melayani pelanggan dengan makanan dan minuman yang lezat dan memuaskan dan murah dikantong Mahasiswa khususnya.
“Hei bro. Ka Cafe Terimakasih dulu ada sa mo bahas pa ngana!” Sebut salah satu pelanggan dalam bahasa lokal Luwuk yang salah menyebut nama Cafe T Amo Kasih dengan kata Terimakasih.
Agak tersentil dengan itu Ham menyuruh karyawannya untuk menjelaskan apa itu Cafe T Amo Kasih beserta arti dan filosofis dibalik pendirian Cafe ini.
“Biar jo. Cafe Terimakasih lebih gampang mo sebut!” Ucap sang pelanggan.
Ham hanya bisa mendesah yasudahlah dengan pelanggan tersebut yang malah membuat Cafenya jadi terkenal dengan sebutan Cafe Terimakasih.
“Haduh Cafe T Amo Kasih malah jadi Cafe Terimakasih, gak apa-apa lah. Tapi tetap mesti ditegaskan tentang makna Cafe ini.” Batin Ham.
Tiba-tiba datanglah seorang gadis manis yang membuat Ham terpesona pada pandangan pertama berbeda dengan perasaan suka biasa ketika melihat seorang perempuan cantik pada umumnya.
“Pancaran sinarnya langsung menyinari hati ini. Tuhan kalau dia jodohku bantu aku untuk akrab dengannya. Amin.” Batin Ham Manuel berharap.
“Selamat datang! T Amo Kasih.” Ucap Ham menyambut sang gadis.
Sang gadis tersipu malu dengan wajah yang memerah!
“Gracias.” Balas sang gadis manis tersebut.
Mereka berdua pun berbincang dengan bahasa Spanyol sore itu. Tak lupa Ham meminta kontak pribadi gadis tersebut yang ternyata bernama Kasih.
Hari demi hari berlalu, Minggu demi Minggu, Bulan demi Bulan dan pada bulan Desember, tepat pada hari Natal, Ham menyatakan perasaannya pada Kasih.
“Kasih! En realidad, me gustas desde la primera vez que te conocí. ¡Y a medida que pasa el tiempo, estoy aún más seguro! En este día de Navidad, ¿me aceptarás como tu novia?” Ucap Ham dalam bahasa Spanyol.
“Sí, lo hago. Te amo. Feliz Navidad”. Balas Kasih Gracia.
“Feliz Navidad. Señor Jesús, bendice nuestro amor”.
“Te amo.”
“Yo también te amo.”
Sepulang ibadah mereka pun dinner di Cafe T Amo Kasih.
Happy ending.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started