Tuhan Akan Menjadi Allahku

Published by

on

Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu. Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah Tuhan di sampingnya dan berfirman: ”Akulah Tuhan, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: ”Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” Ia takut dan berkata: ”Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.” Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. Lalu bernazarlah Yakub: ”Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”

Kejadian 28:10‭-‬18‭, ‬20‭-‬22 TB
https://bible.com/id/bible/306/gen.28.10-22.TB
Tuhan Akan Menjadi Allahku
Sumber firman Tuhan: Kejadian 28:10-22
Apapun perasaan kita jangan kita bertindak salah.
1. Krisis hidup
Allah hadir di tengah-tengah krisis kehidupan. 
2. Pertemuan dengan Allah
Mengalami kasih-Nya Allah dan janji Tuhan.
3. Semangat kehidupan
Kembali bangkit dari kesukaran dan mempersembahkan kepada Tuhan kebaikan Tuhan dari sepanjang krisis kehidupan.
Percaya pergumulan dalam hidupmu tak melebihi kekuatan-Mu. Imanuel. Terpujilah nama Tuhan di dalam nama Yesus Kristus penyelamat hidup kita. Amin.
Bangun relasi ibadah keluarga setiap hari dengan Allah. Berubahlah ke arah yang lebih baik secara konkrit. Berbuahlah bagi kerajaan Allah.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started