Senin, 29 Mei 2023. Karaton, Luwuk, Banggai.
Kukira dengan menjaga perasaanmu mencoba memberikan yang terbaik akan membuatmu bertahan bersamaku. Lucu sekali, ketulusanku dibalas dengan cacian dan makian. Padahal kalau mau menimbang aku tak berbuat salah. Mengapa jadi aku yang minta maaf?! Jahat sekali kamu. Tega ya…!
Tapi tak apa, sejak awal setelah Papaku meninggal harusnya aku sadar bahwa ini tak mudah dan janggal. Menilai perilakumu seharusnya aku mendengarkan kakakku yang heran dengan sikapmu. Papaku baru meninggal belum lama kau sudah memintaku untuk datang ke tempatmu yang tidak dekat dari tempatku. 40 hari meninggalnya Papaku saja belum lewat.
Banyak yang terjadi tapi tak perlu ku perdetail. Ya sudahlah hari ini aku memutuskan memulai perjalanan hidupku yang baru. Menggantungkan hidup yang benar memang tepatlah hanya kepada Tuhan dan jangan kepada manusia. Meski jujur aku sudah terlanjur jatuh hati terlalu dalam cinta kepadamu. Tapi aku harus rela melepaskanmu demi kebaikanku juga. Terima kasih untuk waktu berharga dan skincare yang kau berikan. Tuhan memberkatimu, kasihku.
Harusnya aku lebih memperbanyak waktu bersama relasiku dengan keluargaku, namun aku lebih menuangkan segala curahan hati dan pikiranku padamu orang yang sebenarnya sudah kuduga akan jadi seperti ini. Tak apalah.
Di bulan ini 27 Mei 2023, selamat ulang tahun untuk kakak iparku, kak Nandus. Menuju bulan Juni semoga bisa jadi lebih baik lagi dari saat ini untuk kita semua.
Terima kasih Tuhan untuk proses dari yang baik dan buruk, meskipun orang-orang tidak tau betapa keras aku telah berjuang dari segala kesulitan dan kerumitan yang ku hadapi selama ini. Hanya Engkau yang mengerti Tuhan. Terima kasih. Dalam kepahitan ini, terima kasih karena kehadirannya membawa pengalaman baru yang berusaha kupertahankan namun ternyata percuma dan membuat aku lebih sadar dan mengerti.
Jangan buang waktu dan uangmu hanya untuk orang yang tak menghargai pengorbananmu. Dia mengerti dan dia tau. Jika kamu coba mempertahankannya dan berujung menyakitimu, itu adalah kebodohanmu sendiri. Belajarlah dari pengalaman. Investasikan hidupmu pada pendidikan jauh lebih baik daripada hanya pada cinta buta.
Namun, aku takkan membencimu. Aku akan mendoakan yang terbaik agar kamu bisa menyadari bagaimana menghargai pengorbanan orang yang tulus padamu. Aku sayang kamu. Selamat tinggal.
Inilah ceritaku, Serpihan Rasa @prasetyopeuru episode 1.

Leave a comment